SIAK, celotehriau com --Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak khususnya sapi di Riau sudah menyebar ke ke tujuh kabupaten.
Kabupaten Bengkalis menjadi yang terdepan dengan 644 kasus, diikuti Kabupaten Indragiri Hilir 221 kasus,
Rokan Hulu 184 kasus, Siak 158 kasus, Indragiri Hulu 142 , Kampar 26 kasus dan Pelalawan 7 kasus
Menurut data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau, kasus PMK di Riau tercatat sudah ditemukan di 54 kecamatan dan 76 desa.
Sementara, untuk jumlah peternak yang hewan ternak sapinya sudah terpapar PMK ada sebanyak 171 orang.
"Total kasus PMK sampai hari ini sebanyak 1.037 kasus," ungkap Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau Herman
Berdasarkan data yang berhasil sembuh ada 274 ekor, dengan rincian Rohul 21 ekor, Inhil 67 ekor Bengkalis 103 ekor Kampar 16 ekor Inhu 22 ekor dan Siak 18 ekordan Pelalawan belum ada kasus yang sembuh.
Dari jumlah itu sapi yang mati terpapar PMK itu di Riau cuma ada tiga ekor. Di Rohul satu ekor, dan Siak dua ekor.
Terkait penyakit Lumpy Skin Disease ( LSD) dan Penyakit Mulut Kuku ( PMK) Pemerintah Kabupaten Siak melakukan gerak cepat agar tidak terjadi menyebar luas ke wilayah kabupaten Siak.
Meskipun wabah ini sifatnya zoonosis ( tidak menukar ke manusia ) namun dampaknya sangat besar bagi dunia peternakan khususnya di kabupaten Siak.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Siak drh Susilawati mengatakan kasus LSD sudah mencapai ratusan tersebar di beberapa kecamatan .
"Untuk LSD sudah menampakkan hasil, dengan vaksinasi sudah cukup menghambat penyebaran nya. Pemberian obat dan vitamin juga sudah dilakukan tinggal menunggu hasilnya," sebutnya
Sebagaimana sebelumnya, untuk penanganan kasus PMK hewan ternak di Riau, Dinas PKH Riau telah menerima bantuan vaksin tahap pertama sebanyak 7.400 dosis.
Dengan terus meningkatnya kasus PMK di Riau, pusat akan mendistribusikan bantuan vaksin tahap kedua, yang direncanakan akan datang pekan ini atau pekan depan sebanyak 50 ribu dosis.(Inf)